Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

TES & PENGUKURAN DALAM BIDANG PSIKOLOGI


Hosting Indonesia
Lama gak nulis di blog kesayangan Q ini. Kok blof kesayangan?...mang ad berapa blog pak hadianto?. Ada beberapa blog yg saya kelolah, http://www.h2dy.wordpress.com, http://www.ikapsi.multiply.com, http://www.bimbingankonseling.blogspot.com dan ada beberapa lagi blog milik SMP Ta'miriyah yang saya kelolah, tapi yang paling banyak tulisannya ya yang ini.

He he kok jadi ngelantur. Kembali ke masalah gak pernah posting. Sekitar empat bulan terakhir ini saya tidak pernah poting, maklum banyak banget aktifitas, mulai dari kerjakan tesis, mengisi pelatihan untuk terapis anak autis, mengajar di SMP Ta'miriyah, membina anak2 OSIS, belum lagi kegiatan-kegiatan keluar yang sifatnya insidental, seperti beberapa minggu yang lalu harus ngisi workshop ke Kotabaru Kalsel, dua minggu ini masih ngisi pelatihan untuk Ikatan Guru Roudhotul Athfal Surabaya, besok mau ke PPLH Trawas dengan anak2 yang ikut Karya Ilmiah Remaja dan masih buanyak lagi, sore hari harus ngajar di Prodi Psikologi IAIN Sunan Ampel juga. Tapi hamdalah tesis da beres & sudah wisuda satu bulan yang lalu. Muda-mudahan bisa kembali merhatikan blog kesayangan ini. setttttt ini ja lagi nunggu murid-murid SMP Ta'miriyah evaluasi mingguan untuk pelajaran UNAS. daripada BT soalnya nunggu sendiri, ya....disempatin nulis di blog ini pake HP. Ini aja nanti malem masih ada acara motivasi untuk kelas 9 yang mau UNAS kira2 sampe jam 10 malem.

Jadi lupa mau bahas tes & pengukuran.

Istilah tes & pengukuran sering dicampur adukkan dalam penggunaannya oleh khalayak umu, padahal kedua istilah tersebut secara psikometri (disiplin ilmu yg konsen pada bidang pengukuran atribut2 psikologis) memiliki makna yang berbeda. Untuk memudahkan dalam memahami dibawah ini disertakan sebuah ilustrasi:

Seorang Psikolog memberikan pengetesan pada si Ahmad. Ahmad diminta mengerjakan tes WAIS untuk tujuan pendidikan. Setelah tes dikerjakan oleh si Ahmad, Psikolog melakukan skoring dan diketahui skor Ahmad pada tes ini sebesar 95 (sampai disini disebut pengukuran). Angka 95 tersebut kemudian oleh Psikolog dibandingkan dengan norma tes WAIS dan diperoleh informasi bahwa IQ Ahmad tergolong rata-rata (sampe disini disebut dengan tes).

Dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah prosedur kuantifikasi terhadap atribut-atribut psikologis, atau dengan kata lain pengukuran akan mendapatkan sebuah angka dari atribut yang dikenahi sebuah pengukuran. Pengukuran hanya prosedur membandingkan antara objek yang diukur dengan alat ukur yang digunakan.

Kalau pada pengukuran hanya menghasilkan data kuantitatif, sebagaimana dijelaskan di atas. Tes menghasilkan data yang bersifat kuantitatif dan juga kualitatif (kriteria), karena Tes mencakup pengukuran & evaluasi.

Tampaknya murid-murid saya sudah pada selesai mengerjakan. Next dilanjut.

Baca buku:
konstruksi tes, psikometri, tes prestasi (karangan pak syaifuddin azwar), baca juga buku anastasi (karangan anastasia), baca juka buku pengukuran psikologis (karangan pak sumadi suryabrata).
Continue Reading...

Minggu, 22 Maret 2009

DINAMIKA KEPRIBADIAN WARIA (CONTOH PROPOSAL KUALITATIF)


PENDAHULUAN

Hampir semua orang mengenal waria (wanita tapi pria), waria adalah individu yang memiliki jenis kelamin laki-laki tetapi berperilaku dan berpakaian seperti layaknya seorang perempuan. Waria merupakan kelompok minoritas dalam masyarakat, namun demikian jumlah waria semakin hari semakin bertambah, terutama di kota-kota besar. Bagi penulis waria merupakan suatu fenomena yang menarik untuk diteliti karena dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat mengetahui secara pasti dan memahami mengapa dan bagaimana perilaku waria dapat terbentuk.
Perilaku waria tidak dapat dijelaskan dengan deskripsi yang sederhana. Konflik identitas jenis kelamin yang dialami waria tersebut hanya dapat dipahami melalui kajian terhadap setiap tahap perkembangan dalam hidupnya. Setiap manusia atau individu akan selalu berkembang, dari perkembangan tersebut individu akan mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Salah satu aspek dalam diri manusia yang sangat penting adalah peran jenis kelamin. Setiap individu diharapkan dapat memahami peran sesuai dengan jenis kelaminnya. Keberhasilan individu dalam pembentukan identitas jenis kelamin ditentukan oleh berhasil atau tidaknya individu tersebut dalam menerima dan memahami perilaku sesuai dengan peran jenis kelaminnya. Jika individu gagal dalam menerima dan memahami peran jenis kelaminnya maka individu tersebut akan mengalami konflik atau gangguan identitas jenis kelamin.
Berperilaku menjadi waria memiliki banyak resiko. Waria dihadapkan pada berbagai masalah: penolakan keluarga, kurang diterima atau bahkan tidak diterima secara sosial, dianggap lelucon, hingga kekerasan baik verbal maupun non verbal. Penolakan terhadap waria tersebut terutama dilakukan oleh masyarakat strata sosial atas. Oetomo (2000) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa masyarakat strata sosial atas ternyata lebih sulit memahami eksistensi waria, mereka memiliki pandangan negatif terhadap waria dan enggan bergaul dengan waria dibanding masyarakat strata sosial bawah yang lebih toleran. Karena belum diterimanya waria dalam kehidupan masyarakat, maka kehidupan waria menjadi terbatas terutama pada kehidupan hiburan seperti ngamen, ludruk, atau pada dunia kecantikan dan kosmetik dan tidak menutup kemungkinan sesuai realita yang ada, beberapa waria menjadi pelacur untuk memenuhi kebutuhan materiel maupun biologis. Pakar kesehatan masyarakat dan pemerhati waria, Gultom (2002) setuju dengan pendapat seorang waria yang bernama Yuli, bahwa waria merupakan kaum yang paling marginal. Penolakan terhadap waria tidak terbatas rasa “jijik”, mereka juga ditolak untuk mengisi ruang-ruang aktivitas: dari pegawai negeri, karyawan swasta, atau berbagai profesi lain. Bahkan dalam mengurus KTP, persoalan waria juga mengundang penolakan dan permasalahan, maka sebagian besar akhirnya turun dijalanan untuk mencari kebebasan (Kompas, 7 April 2002) DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PROSEDUR ANALISIS DATA STATISTIK


PROSEDUR ANALISIS DATA STATISTIK (ANALISIS KORELASI DAN ANALISIS KOMPARASI) MULAI DARI PENERIMAAN DATA SAMPAI DENGAN INTERPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Secara garis besar dapat dibuat prosedur sebagai berikut dalam menganalisis data statistik:

1. Pengkategorian.

Ketika seorang peneliti menerima data, maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah melakukan pengkategorian terhadap data-data yang diperoleh. Jika data yang diperoleh berbentuk:

  1. Data ordinal atau bahkan data nominal dan jumlah kasusnya sedikit (20 kebawah menurut Sutrisno Hadi) serta pengambilan sampel tidak dilakukan secara random, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik non-parametrik.

  2. Data rasio atau interval maka analisis yang digunakan adalah analisis korelasional. Misal Variabel Kecerdasan Emosi dan Variabel Perilaku Delinkuen.

  3. Data nominal dan data interval maka teknik analisis yang digunakan adalah analisis komparasi. Misal Variabel Jenis Kelamin dan Variabel Persepsi terhadap Pelayanan Pembuatan KTP.

  4. Dua atau lebih data nominal dan dua atau lebih data interval (sebagai variabel bebas), maka dapat digunakan analisis korelasional (regresi) atau analisis komparasi (anakova) tergantung pada tujuan penelitian. Misal, nama Variabel Bebas: Usia, Lama Kerja, Kepercayaan Diri, Kepuasan terhadap Pimpinan, Persepsi terhadap Bursa Tenaga Kerja. Variabel Terikat: Intensi Mengundurkan Diri.

DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Senin, 23 Februari 2009

TUTORIAL ANALISIS DATA PENELITIAN EKSPERIMEN



PENGERTIAN PENELITIAN EKSPERIMEN
Penelitian Eksperimental merupakan bentuk penelitian dimana peneliti (eksperimenter) dengan sengaja memberikan perlakukan (treatmen) kepada responden (subyek), selanjutnya mengamati dan mencatat reaksi subyek, dan kemudian melihat hubungan antara perlakuan yang diberikan dan reaksi (perilaku=variabel tergantung) yang muncul dari subyek. Hakekat tujuan penelitian eksperimental adalah meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan (Alsa, 2004). Manurut Latipun (2002) Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengn melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati. Sementara Hadi (1985) mendefinisikan penelitian eksperimen sebagai penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Kesimpulannya penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.

Wilhelm Wundt (dalam Alsa, 2004) mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian eksperimental, yaitu:
1.Peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan di mana ia akan melakukan penelitian.
2.Penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dalam kondisi yang sama.
3.Peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah, mengontrol) variabel yang diteliti sesuai dengan yang dikehendakinya.
4.Diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakukan (experimental group).

Untuk lebih jelasnya mengenai cara penggunaan penelitian eksperimen, cara pemilihan desain eksperimen dan cara penentuan subjek penelitian dapat dibaca pada beberapa buku berikut:

Latipun.2002, Psikologi Eksperimen, (Malang:UMM Press).

Sutrisno Hadi. 1985, Metodologi Research Jilid 4, (Yogyakarta:Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM).

Asmadi Alsa. 2004, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dalam Penelitian Psikologi, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar).

Fred N. Kerlinger, Asas-Asas Penelitian Behavioral, (Yogyakarta:Gajah Mada University Press).


ANALISIS DATA PENELITIAN EKSPERIMEN
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melakukan nalisis data dalam penelitian eksperimen, tergantung pada berapa jumlah variabel yang diteliti. Dalam tutorial ini saya akan memulai dengan analisis data penelitian eksperimen dengan menggunakan dua varibel penelitian. Sebagai contoh seorang peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan musik klasik (Mozart) terhadap kemampuan menghafal pada anak-anak. Penelitian tersebut diberi judl: PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL PADA ANAK DI TK KEMALA BAYANGKARI JOMBANG, dengan hipotesis ADA PENGARUH PENGGUNAAN MUSIK KLASIK TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL.Untuk keperluan penelitian tersebut seorang peneliti harus melakukan beberapa tahapan penelitian sebagai berikut:
1. Menentukan subjek penelitian yang akan dijadikan sebagai kelompok eksperimen atau kelompok yang akan didengarkan musik selama pelajaran menghafal (diambil secara random dengan menggunakan teknik simple random atau teknik undian).

2. Menentukan subjek penelitian yang akan dijadikan sebagai kelompok kontrol atau kelompok pembanding (diambil secara random dengan menggunakan teknik simple random atau teknik undian).

3. Menentukan treatment atau perlakuan yang akan diberikan (dalam penelitian ini semua subjek penelitian diminta untuk menghafal surat Ad-Dhuha).

4. Menentukan berapa lama eksperimen akan dilakukan (dalam kasus ini peneliti menentukan lama eksperimen 5 hari).

5. Menentukan dua ruangan yang memiliki fasilitas yang sama (1 ruangan untuk kelompok eksperimen dan 1 ruangan untuk kelompok kontrol).

Setelah langkah-langkah tersebut diatas dijalankan peneliti baru dapat memulai penelitian. Dalam kasus ini desain penelitiannya adalah sebagai berikut: Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 anak. Kelompok 1 disebut sebagai kelompok kontrol dan kelompok 2 disebut sebagai kelompok eksperimen. Kedua kelompok ditempatkan pada ruangan dengan falisilitas yang sama dan akan mendapatkan perlakuan yang sama yaitu menghafalkan surat Ad-Dhuha. Bedanya para kelompok eksperimen selama menghafal diiringi dengan musik Mozart, sementara pada kelompok kontrol tidak. Setelah penelitian berakhir, masing-masing subjek, baik pada kelompok kontrol maupun pada kelompok eksperimen diminta untuk menghafalkan surat Ad-Dhuha yang telah diberikan oleh guru. Jumlah ayat surat Ad-Dhuha yang dihafal oleh masing-masing subjek kemudian dicatat dan diperoleh data sebagai berikut:




LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA
1. Klik File - New - Data
2. Klik varibel view (kanan bawah) lalu isikan nama variabel (misal: kontrol untuk kelompok kontrol dan eksper untuk kelompok eksperimen).
3. Kolom Type, klik numeric karena penghitungannya berupa angka.
4. Kolom Widht isikan 8 dan Decimal isikan 2.
5. Pada kolom label isikan Kelompok kontrol dan Kelompok Eksperimen karena dalam penelitian ini terdapat dua kelompok.
6. Klik Data View (Kanan bawah), akan terlihat dua kolom yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
7. Isikan data tersebut diatas.
8. Klik File - Save untuk menyimpan data.
9. Klik Analyze - Compare Means - Paired Samples T Test.
10. Klik kedua variabel Kelompok Kontrol & Kelompok Eksperimen dan pindah ke kotak Grouping Variables.
11. Kik Option untuk memilih Convodence Interval selang kepercayaan yang akan digunkan - pilih 95%.
12. Klik Continue
13. Klik OK
14. Klik File - Save untuk menyimpan hasil.

Hasil analisis diperoleh data sebagai berikut:




INTERPRETASI

Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh nilai Mean kelompok kontrol sebesar 3.4500 sedang pada kelompok ekperimen diperoleh Mean sebesar 4.4000. Hal ini berarti bahwa rata-rata subjek yang berada dalam kelompok eksperimen (kelompok yang diperdengarkan musik klasik selama pelajaran menghafal) mampu menghafalkan sebanyak 4 ayat pada surat Ad-Dhuha, sementara pada rata-rata subjek yang berada dalam kelompok kontrol hanya mampu menghafalkan sebanyak 3 ayat.

Hasil analisis diperoleh nilai t hitung sebesar -3.567. Untuk mengetahui apakah niali t hitung tersebut signifikan dengan selang kepercayaan 95 % atau 0.05 harus dibandingkan dengan nilai pada t tabel. Dan untuk melihat t tabel harus didasarkan pada (dk) atau degree of freedom (df) yang besarnya adalah n-1, dalam kasus ini berarti 20-1 = 19. Setelah dikonsultasikan pada tabel nilai t (dapat diperoleh dibuku-buku metode penelitian) dengan df 19 dan selang kepercayaan 95% diperoleh nilai t tabel sebesar 2.093.

Dengan demikian hasil analisis diperoleh nilai t hitung 3.567 > 2.093 yang berarti ada pengaruh yang signifikan penggunaan musik klasik terhadap kemampuan menghafal pada anak di TK Kemala Bayangkari Jombang.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.
Continue Reading...

Senin, 16 Februari 2009

TUTORIAL PENGHITUNGAN DAN ANALISIS HASIL UNTUK PENELITIAN KORELASIONAL

Dalam penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang mendekatkan analisisnya pada data numerik atau angka (Alsa, 2004) banyak sekali jenis penelitian yang dapat dilakukan, mulai dari penelitian korelasional, penelitian inferensial, sampai dengan penelitian eksperiment.

Penelitian ex post facto atau penelitian korelasional, adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
akibat dari suatu tindakan atau bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel (M. Nazir, 1988). Penelitian korelasional mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor yang lain berdasarkan pada koefisien korelasi (Suryabrata, 1987).Sebagai contoh misalnya seorang peneliti ingin mengetahui, apakah ada hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Delinkuen Pada Remaja. Untuk tujuan ini peneliti dapat menggunakan penelitian korelasional, yang bertujuan untuk menguji apakah terdpat hubungan antara variabel kecerdasan emosi dengan variabel perilaku delinkuen.

Dalam penelitian korelasional, dikenal dua model hubungan, yaitu hubungan negatif atau korelasi negatif dan hubungan positif atau korelasi positif. Yang dimaksud dengan korelasi negatif adalah suatu hubungan yang saling bertolak, dimana kenaikan pada suatu varibel akan diikuti penurunan pada variabel yang lain. Sebagai contoh: pada judul penelitian hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku delinkuen, peneliti menentukan hipotesis penelitiannya berbunyi "ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan perilaku delinkuen", artinya peningkatan skor subjek pada varibel kecerdasan emosi akan diikuti penurunan skor subjek pada variabel perilaku delinkuen, atau dengan kata lain semakin tinggi kecerdasan emosi seseorang akan semakin rendah perilaku delinkuennya.Adapun yang dimaksud dengan hubungan positif atau korelasi positif adalah suatu hubungan yang searah, dimana kenaikan pada suatu variabel akan diikuti oleh kenaikan pada variabel lainnya. sebagai contoh seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara prokratinasi akademik (perilaku tidak menunda belajar) dengan prestasi belajar siswa, peneliti menentukan hipotesis penelitiannya berbunyi "ada hubungan positif antara prokrastinasi akademik dengan prestasi belajar siswa", artinya peningkatan skor subjek pada variabel prokrastinasi akan diikuti oleh kenaikan skor subjek pada varibel prestasi belajar.Dengan kata lain semakin tinggi prokrastinasi akademik yang dimiliki oleh siswa akan semakin tinggi nilai prestasi belajar siswa.

Jumlah minimal subjek penelitian yang dapat diterima dalam penelitian korelasional adalah N=30 (Singarimbun, 1989).Adapun menurut Sutrisno Hadi (1992), tidak ada ketetapan mutlak mengenahi besar kecilnya sampel dan untuk “menampung” kesesatan karena kecilnya sampel salah satunya adalah dengan memberi syarat lebih berat dalam mengetes taraf signifikansi.

Salah satu analisis korelasi yang dapat digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan analisis korelasi product moment, yaitu:
1.Penelitian terdiri dari satu varibel bebas (biasa disebut variabel X atau Independent variabel) dan satu variabel terikat (biasa disebut variabel Y, atau dependent variabel).
2.Data kedua variabel berbentuk data kuantitatif (interval atau rasion).
3.Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.Untuk itu sebelum melakukan analisis korelasi ada uji asumsi yang harus dilakukan, yaitu uji normalitas sebaran dan uji linieritas hubungan.

CONTOH KASUS:
SEORANG PENELITI INGIN MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA, setelah dilakukan penyebaran SKALA PROKRASTINASI AKADEMIK dan menggunakan nilai PRESTASI BELAJAR SISWA, diperoleh data sebagai berikut:

PROKRASTINASI AKADEMIK PRESTASI BELAJAR
46 5
56 7
57 6
84 4
53 6
88 9
51 5
96 9
86 9
75 7
63 9
68 7
70 7
65 8
70 6
54 5
76 5
86 8
90 8
70 9
80 9
67 9
56 6
68 6
54 5
68 5
65 8
77 8
66 8
98 9

PENELITI MENENTUKAN HIPOTESIS PENELITIANNYA "ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA" DENGAN MENGGUNAKAN TARAF SIGNIFIKANSI 5% ATAU P=0.05.

CARA ANALISIS DATA
1. Klik File - New - Data
2. Klik Variabel View (Kanan bawah)
3. Isikan nama variabel pada kolom name (Misal X untuk prokrastinasi akademik dan Y untuk prestasi belajar)
4. Kolom Type, Klik Numeric karena penghitungannya berupa angka
5. Kolom width isikan 8 dan Decimals isikan 2
6. Kolom Label isikan keterangan untuk melengkapi kolom Name (Misal: Prokrastinasi dan Prestasi belajar).
7. Klik Data View - Isikan data tersebut diatas, 30 data pada kolom X untuk varibael prokrastinasi dan 30 data pada kolom Y untuk variabel Prestasi belajar.
8. Klik File - Save untuk menyimpan data (beri nama yang anda inginkan, misal prokrastinasi).
9. Klik Analyze - Correlation - Bivariate.
10. Klik variabel X dan Y - pindahkan ke kotak Variables
11. Pilih Pearson pada kolom Correlation Coefficents
12. Pilih Two Tailed pada kolom Test of Significant
13. Klik Continue
14. Klik OK

AKAN DIPEROLEH OUTPUT SEPERTI DIBAWAH INI, Klik File - Save untuk menyimpan hasil.



INTERPRETASI HASIL ANALISIS

1. Hasil penghitungan yang telah dilakukan diperoleh koefisien korelasi sebesar r=0.541.
2. Langkah selanjutnya, lihat nilai r dalam tabel korelasi product moment dengan N=30 dan taraf signifikansi P=0.05. Diperoleh nilai r tabel sebesar 0.361. Dengan demikian koefisien korelasi yang diperoleh (0.541) adalah lebih besar dari nilai r dalam tabel (0.361), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Prokrastinasi akademik dengan Prestasi belajar siswa.
3. Karena nilai koefisien korelasi yang diperoleh bertanda positif, berarti ada hubungan positif antara prokrastinasi akademik dengan prestasi belajar. Artinya semakin tinggi prokrastinasi akademik siswa akan semakin tinggi nilai prestasi belajarnya.

KESIMPULAN
Dari analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA adalah benar.


CATATAN:
JIKA NILAI KOEFISIEN KORELASI YANG DIPEROLEH BERTANDA NEGATIF BERARTI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ADALAH NEGATIF.

DAFTAR PUSTAKA
Alsa., Asmadi, 2004, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Black., James A. & Dean J. Champion, 1992, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, terjemahan oleh E. Koeswara, dkk, Jakarta:PT Refika.

Hadi Sutrisno, 1992, Metodologi Research Jilid 1, Yogyakarta: Andi.

___________, 1992, Metodologi Research Jilid 2, Yogyakarta: Andi.

Singarimbun, Masri, 1989, & Sofian Efendi, Metode Penelitian Survai, Edisi Revisi,Jakarta:LP3ES.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.
Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template